Anggota DPRD Provinsi NTB ,' Fraksi Golkar " Harwoto, SH.
Bima," Pilarbima.Com,-Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dari Fraksi Partai Golkar, Harwoto, S.H., yang mewakili daerah pemilihan (Dapil, Vi ) meliputi Kabupaten Bima, Kota Bima, dan Kabupaten Dompu, menilai rencana pembangunan Jembatan Lewa Mori tidak terlalu mendesak kebutuhan untuk masyarakat Kabupaten Bima.
Menurut Harwoto, proyek yang dikabarkan menelan anggaran hingga triliunan rupiah" itu sebaiknya dialihkan pembangunan jalan dua jalur ," dari Bandara Sultan Muhammad Salahuddin bima " hingga wilayah Kabupaten dompu. juga menilai, memperlebar jalan lama jauh lebih efisien dan berdampak langsung pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.
Kalau pembangunan Jembatan Lewa Mori diteruskan, justru bisa berdampak pada usaha-usaha masyarakat kecil " di sepanjang jalan seperti penjual bandeng dan pedagang kaki lima mulai dari Donggo bolo sampai pedangang kali lima, desa PaliBelo yang berpotensi kehilangan pelanggan, ujar Harwota DPRD NTB pada ssjumlah media kamis (30/10).
lanjut," Harwoto, SH. menegaskan bahwa kebijakan pembangunan seharusnya berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat, bukan hanya pada proyek berskala besar yang menguras anggaran.jelasnya
Kata," DPRD provinsi NTB dapil VI harwoto SH. " Pemerintah perlu melihat prioritas. Jalan utama dari bandara ke kabupaten Bima sudah padat, cukup dilebarkan dan diperbaiki. Itu jauh lebih bermanfaat dibanding membangun jembatan baru yang belum tentu menjadi kebutuhan mendesak, tambahnya. Harwoto SH.
Sebagai informasi, rencana pembangunan Jembatan Leo Mori disebut akan menghubungkan kawasan barat dan timur Kabupaten Bima dengan tujuan memperlancar arus transportasi dan distribusi barang. Namun, hingga kini proyek tersebut masih dalam tahap perencanaan dan belum mendapatkan persetujuan final terkait anggaran dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Harwoto berharap, pemerintah daerah dan pihak terkait dapat melakukan kajian ulang secara komprehensif agar setiap proyek pembangunan benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.
Kita mendukung pembangunan, tapi harus sesuai skala prioritas dan kebutuhan masyarakat bawah,” tutupnya(PB.******)
PIMRED : AMIR

COMMENTS