Bima ," Pilarbima.Com,-
BIMTEK" Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) dilaksanakan pada Selasa 31 Oktober 2023 di SKB Kabupaten Bima tempat nya di desa rato Kecamatan bolo" Tujuan diadakannya bimtek ini adalah untuk membekali guru-guru terkait implementasi Kurikulum Merdeka.
Kegiatan bimtek "yang dipandu oleh kepala Dinas Dikbudpora kabupaten bima, Zunaidin S.sos MM. Melalui" Ibu Kabid Ptk ,Ico Rahmawati M.P.d.Dihadiri kepala Dinas Dikbudpora kabupaten bima, Kabid Ptk, kasi Ptk SD ,Korwil belo Hamza S.P.d.Korwil Pembelo Ikram S.P.d. dua narasumber semua guru SD SMP
diawali dengan pembacaan do'a ," kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang dipimpin oleh Kadis Dikbudpora kabupaten bima," Melalui ibu kabid " Ico Rahmawati M.P.d.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Dikpora kabupaten Bima Zunaidin S.sos MM.beliau menyampaikan ucapan terima kasih kepada guru-guru SD SMP yang telah hadir dan bersemangat untuk mengikuti kegiatan ini .
Lanjut," Kadis Dikbudpora kabupaten bima Zunaidin. Melalui Kabid PTK Ico Rahmamawati M.P.d.,Dengan semangat mari berkolaborasi untuk menjalankan IKM Dan Pmm dikabupaten Bima," ajak beliau dalam Kata Ibu Kabid Ptk .
Hal yang Di sampaikan di sampaikan langsung Kasi PTK SD, Abdul Gani S.P.d. M.P.d. mengatakan Pada Wartawan Pilar Selasa 31/10/23 " Kegiatan bimtek ini sudah masuk Tahap Kedua Dari empat Tahap Yang Di laksanakan antar lain , tahap Pertama Sudah Kita laksana Kan Sekarang Masuk Tahap Kedua Natra lain ," Tahap Kedua ,ada Empat Kecamatan," Yang mengikuti Antara lain, Satu Kecamatan belo , Berjumlah 38 Orang, Dua Kecamatan Palibelo Berjumlah 52, Orang , Kecamatan Woha Berjumlah 81 orang,
kecamatan Lambitu berjumlah 26 Orang, ucapan nya Kasi Ptk SD Om,gen
Reed" Kasi Ptk SD " bimtek ini bahwa Kurikulum Merdeka merupakan kurikulum hasil perbaikan terhadap kekurangan-kekurangan kurikulum sebelumnya. Kurikulum Merdeka merupakan yang terbaik dari hasil evaluasi kurikulum sebelumnya karena kurikulum sebelumnya memiliki kelemahan-kelemahan sehingga kurikulum Merdeka ini melengkapi kelemahan-kelemahan tersebut.tutupnnya Om gen.
OM ,GEN Menambah " Guru yang baik " siswa yang punya sarana yang baik " kami tampa guru yang juga berkoordinasi bapak dan guru yang. Bicara Tengga Guru koordinasi tranformasi pembelajar berkolaborasi Dengan
Nasarasumber yang cukup luar biasa dan antusias guru yang
Ikut bimtek ini , mengajar ini lewat dinas Dikbudpora lewat kasi Ptk SD pentingnya ada murid dan kolaberasi guru yang berkompeten jelas Kasi Ptk SD ,yang Di Sapan ,Om Gen
menjelaskan bahwa seorang guru harus Mandiri, Reflektif, Kolaboratif, Inovatif, serta Berpihak pada Peserta didik. Mandiri yang berarti guru mampu membangun motivasi dalam dirinya sendiri untuk membuat perubahan baik untuk lingkungan sekitarnya ataupun pada dirinya sendiri.tuturnya.
Sementara," Fasilitator nasional Ruslin S.P.d. M.P.d," selaku narasumber pertama mendampingi peserta Bimtek dalam membuka Platform Merdeka Mengajar (PMM). Lebih lanjut Narasumber menekankan pentingnya guru untuk meningkatkan kompetensi guru melalui Platform Merdeka Mengajar. “Bapak Ibu bisa mencari banyak informasi dan mengikuti pelatihan secara mandiri. Bapak Ibu juga bisa mencari contoh-contoh perangkat ajar dari Platform Merdeka Mengajar,” ungkapnya. Ruslin .
Hal ," yang Di sampaikan Narasuber," Kedua Mulyadin S .P. d. M.P.d.Juga kepala SMPN 6 Soromandi ," memaparkan tentang perbedaan antara kurikulum sebelumnya dengan Kurikulum Merdeka diantaranya : Kurikulum 2013 memiliki empat aspek penilaian, yaitu aspek pengetahuan, aspek keterampilan, aspek sikap, dan perilaku, sedangkan kurikulum merdeka lebih mengutamakan projek penguatan profil pelajar Pancasila, kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler dan alokasi waktu pembelajaran pada kurikulum merdeka lebih fleksibel daripada kurikulum 2013 yang melakukan pembelajaran rutin perminggu dengan mengutamakan kegiatan di kelas.jelasnya Mulyadi Narasumber Kedua .
"Kurikulum Merdeka memiliki keunggulan yaitu lebih sederhana artinya fokus pada materi esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Belajar menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak teburu-buru dan menyenangkan.” tambah beliau.(PB.*****)
EDITOR : AMIR




COMMENTS